5 Investasi Jangka Panjang untuk Keluarga Muda Sejahtera

02 Jun 2022

Blogs

5 Investasi Jangka Panjang untuk Keluarga Muda Sejahtera

Begitu memutuskan untuk memulai kehidupan berumah tangga, akan ada banyak masalah baru yang dihadapi berdua salah satunya masalah keuangan. Terseok saat mengatasi masalah keuangan adalah hal biasa pada awalnya. Namun, bagaimanapun juga, kita harus memiliki rencana finansial yang matang.


Selain menambah keran penghasilan, kamu juga harus mulai berinvestasi agar masa depan bersama keluarga dan anak-anak nanti cukup nyaman. Di dunia investasi sendiri, ada banyak instrumen yang bisa dipilih. Mulai dari yang memiliki sedikit risiko hingga yang melibatkan cukup banyak uang.


Lalu kira-kira, jenis investasi jangka panjang apa yang cocok bagi keluarga muda dengan pengalaman mengelola keuangan yang minim? Yuk, cari tahu!


Rekomendasi Investasi Jangka Panjang 


1. Logam Mulia


Investasi dalam bentuk logam mulia belakangan cukup populer. Instrumen ini termasuk populer sebab tidak dibutuhkan banyak dana untuk membelinya. Kamu bisa mulai investasi emas dengan membeli minigold atau menabung emas digital yang nantinya bisa diuangkan. Investasi dalam bentuk logam mulia sendiri baru menguntungkan setelah 5 -10 tahun ke depan. 


2. Deposito


Instrumen investasi recommended selanjutnya adalah deposito. Deposito mirip dengan tabungan, hanya saja uang di dalamnya tidak bisa diambil sewaktu-waktu dan bunga yang diterapkan sedikit lebih besar. Untuk mencairkan deposito, kamu bebas memilih jangka waktu yang diinginkan.


Sedikit saran, deposito akan cukup menguntungkan apabila kita memilih jangka waktu pencairan di atas 1 tahun. Bunga yang didapatkan bisa langsung dicairkan bersama dana yang disimpan begitu jatuh tempo, bisa pula diakumulasikan di tabungan deposito untuk ditabung kembali.


3. Reksa Dana


Apabila ingin berinvestasi dengan keuntungan lebih banyak, kamu bisa coba Reksa Dana. Berbeda dengan logam mulia dan emas, kamu tidak perlu menunggu lama untuk merasakan keuntungan berinvestasi dalam bentuk Reksa Dana. Reksa Dana sendiri termasuk salah satu jenis investasi jangka panjang.


Dalam prosesnya, Reksa Dana melibatkan manajer investasi yang bertugas mengelola uang kita. Dana yang telah disiapkan nantinya akan disetor ke berbagai instrumen keuangan sesuai dengan profil risiko kamu. Jadi, ada beberapa jenis Reksa Dana yang bisa dipilih sesuai dengan risiko masing-masing investor.


Beberapa jenis Reksa Dana tersebut adalah, Reksa Dana Saham, Campuran, dan Reksa Dana Pendapatan Tetap. Salah satu yang risikonya cukup besar adalah saham. Inilah mengapa banyak yang menyebut bahwa investasi Reksa Dana cocok bagi kamu yang ingin investasi dalam bentuk saham tetapi masih ragu.


Saat ini ada banyak sekali agen atau perusahaan yang menjual Reksa Dana dan menawarkan berbagai keuntungan. Tetapi sebelum menentukan menggunakan jasa agen tertentu, pastikan bahwa perusahaan tersebut telah mengantongi izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan cukup kompeten.


4. Surat Berharga Negara (SBN)

SBN merupakan produk investasi yang diterbitkan dan dijamin keamanannya oleh pemerintah Indonesia. Salah satu keistimewaan berinvestasi dalam bentuk SBN adalah kita bisa ikut serta dalam membantu pembangunan negara. Sederhananya, kamu akan meminjamkan sejumlah dana kepada pemerintah.


Dalam jangka waktu tertentu (sesuai kesepakatan), pemerintah akan mengembalikan dana yang kamu investasikan secara utuh. Sebagai imbalan, setiap bulan kamu akan mendapat keuntungan dari kupon yang dicairkan ke rekening setiap bulannya. SBN sendiri terdiri dari dua jenis, syariat dan konvensional.


Salah satu contoh SBN yang banyak dipilih adalah ORI atau Obligasi Negara Ritel Indonesia. Sistem yang dipakai untuk investasi dalam bentuk ORI ini mirip dengan deposito. Bedanya, keuntungan (bunga) langsung diberikan setiap bulan tanpa menunggu jatuh tempo pengembalian dana pokok yang diinvestasikan.


Seperti halnya Reksa Dana, selain di lembaga keuangan pemerintah SBN juga bisa didapatkan di agen-agen investasi tepercaya. Melihat potensi keuntungan dan risikonya, SBN merupakan salah satu instrumen investasi jangka panjang yang tepat untuk keluarga muda.


5. Properti


Berinvestasi dalam bentuk properti (tanah, rumah, atau apartemen) juga bisa jadi referensi sebab harga properti tidak pernah turun dari waktu ke waktu. Misalnya, kamu membeli sebuah rumah di tahun 2015 seharga Rp200 juta. Setelah 5 tahun, kamu memutuskan untuk menjual rumah tersebut dan berhasil laku di angka Rp500 juta. Menarik kan?


Sayangnya, investasi dalam bentuk properti memiliki cukup banyak risiko. Ada biaya renovasi dan perbaikan yang juga harus dihitung agar harga rumah tetap stabil. Apalagi jika rumah atau properti tersebut tidak dihuni. 


Kesimpulan

Satu hal yang perlu kita ketahui tentang investasi adalah, hal ini tidak menjanjikan kekayaan secara instan. Tujuan utama investasi adalah meminimalisasi risiko hidup dengan kondisi keuangan tidak stabil di masa depan. Investasi merupakan kendaraan yang bisa membantu kita mencapai tujuan finansial yang ingin dicapai.


Jadi pastikan sebelum memilih instrumen investasi, kamu tahu risiko, kondisi keuangan pribadi, dan potensi keuangan kamu sendiri. Sebagai referensi, kamu bisa berinvestasi di Invesnow dengan produk investasi Reksa Dana. Investasi rutin dengan membeli Reksa Dana dapat membantu memenuhi kebutuhan  investasi jangka panjang kamu.

Disclaimer
Data-data di atas meru­pakan infor­masi terkait Reksa Dana dan bukan ajakan atau suruhan dalam membeli/menjual pro­duk inves­tasi ter­ten­tu. Kepu­tu­san beli/jual ter­hadap instru­men inves­tasi sepenuh­nya dipegang oleh investor itu sendiri.

Latest News

28 Jul 2025

Updates

IHSG Reclaims 7500
floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2026 PT Invesnow Principal Optima